Analisis Keterlibatan Mentoring dalam Keikutsertaan dalam Elemen Gerakan Mahasiswa




Lembaga Dakwah Kampus (LDK), GOM (Grand Opening Mentoring), dan mentoring adalah kalimat yang merujuk pada satu hal yaitu Rohis. Ya rohani islam. Bagi kalangan pemuda yang nanti 10 sampai 15 tahun lagi akan menjadi generasi penerus pimpinan bangsa negeri ini jika tidak dilandasi dengan nilai islam, atau pondasi keagamaan yang kuat maka akan semakin sulit untuk berdiri di tengah fitnah dunia yang sudah sampai pada akhir zaman.

Mentoring adalah sebuah sarana untuk menjaga diri, membentengi diri dari fitnah dunia dan mentoring adalah tempat untuk saling menasehati dalam kebaikan serta kesabaran. Bukan Cuma mahasiswa baru saja yang melakukan kegiatan ini. Mahasiswa tingkat ataspun masih aktif melaksanakan ini. Yang lebih keren lagi adalah sampai sudah berkeluargapun masih mentoring. belakangan ini ada yang mengatakan bahwa mentoring adalah tempat kaderisasi EGM, mentoring tempat berkembang nya EGM *semua sudah tau EGM apa*. Yang mengatakan itu mungkin kurang jauh main nya, kurang lama nongkrong nya. orang2 yang menilai mentoring adalah tempat EGM bermanuver. satu pertanyaan saya. Sudah pernah ikut mentoring atau belum???

Buat mahasiswa perantau yang jauh dari orang tua, mentoring adalah sarana yang tepat untuk mengingatkan kita pada kebaikan. Membaca al qur’an di mentoring, dipantau sholat 5 waktunya, mendengarkan nasehat2 agar tidak lupa dan khilaf dari keindahan islam. Bagi mahasiswa perantau, apakah orang tua menelpon 5 kali sehari setiap waktu sholat? Menanyakan bagaimana tilawah nya? sedekahnya? Hafalan al qur’an nya? saya rasa jarang orang tua yang menanyakan seperti itu apalagi menelpon 5 kali sehari menanyakan dan mengingatkan sholat. Paling yang ditanyakan gimana kuliah nya? udah makan belum? Uang nya masih ada? Saat di telpon orang tua. Saya pun merasakan lebih sering ditanya uang nya masih ada apa tidak? Dibanding mengingatkan jangan lupa bersedekah. Atau bahkan yang rumahnya dekat kampus pun, saya menanyakan ke beberapa teman yang tinggal dekat kampus jarang diingatkan dalam hal keagamaan. Saya tegaskan bukan tidak ada atau tidak pernah, tapi jarang.

Minimal dalam mentoring seminggu sekali kita melakukan amalan kebaikan menambah bekal akhirat, saling menasehati dalam kebaikan. Kalo udah jauh dari orang tua ga deket sama agama, temen kita ga ngajak ke jalan kebenaran, lupa sama akhirat. Takut aja hidupnya ga berkah kalo begitu. Di alam kubur ga akan ditanya sama malaikat, berapa IPK mu? Apalagi gelar dan ilmu dunia ga dibawa mati. Tapi bekal agama dan ilmu akhirat selama di kampus itulah yang bisa menjadi penyelamat dan teman saat di alam kubur.
Lalu bagi yang mengatakan mentoring, GOM, atau LDK adalah kaderisasi EGM coba ikut dulu mentoring jika memang terbukti ada sangkut pautnya silahkan tulis dan sebar luaskan agar smua orang tau kalo mentoring mengajarkan politik praktis. Kalopun ada orang yang ikut EGM lalu dia mentoring, itu adalah hak pribadi dia untuk membentengi diri dan menambah amalan kebaikan. Satu lagi, tidak ada hubungannya anak mentoring jadi anggota EGM, anak LDK memanfaatkan organisasinya sebagai sarana memperluas jaringan EGM nya. kalopun ada yang seperti itu, tolong jangan generalisasikan atau sama ratakan bahwa mentoring, GOM, ataupun LDK pasti berhubungan dengan EGM. Kalo memang ada yang begitu, itu adalah masalah pribadi dan bukan dari mentoringnya. Karena mentoring mengajarkan kebaikan bukan sekedar mencari kader sebanyak2nya. receh jika mentoring mengurusi hal tersebut.

Saya tersinggung kalo ada yang mengaitkan mentoring, GOM, dan LDK adalah kaderisasi EGM. Patut digaris bawahi, tidak ada kaitannya sama sekali antara EGM dengan kegiatan keislaman di kampus. Tidak ada. Kalopun ada yang bilang bahwa anak mentoring anak EGM. Itu salah. saya mentoring tapi saya bukan anggota EGM, saya pernah aktif di LDK saya bukan anggota EGM. Jangan kambing hitamkan kegiatan keislaman dikampus menjadi sebagai sarana EGM menebar jaringan. Dan jangan sampai muncul isu dan stigma Remaja Masjid adalah tempat menebar jaringan EGM, apalagi orang2 yang menghadiri kajian di masjid sebagai kader2 EGM. Tolong jangan sangkut pautkan setiap kegiatan keislaman di kampus dengan sasaran mahasiswa baru atau pun lama sebagai sarana kaderisasi terselubung suatu EGM. Kuliah dan organisasi di kampus ga dibawa mati, tapi ilmu dan gelar yang didapatkan di kampus akan jadi penolong diakhirat jika dipakai untuk kemaslahatan umat dan kejayaan islam. Orang yang ngaji di kampus adalah orang yang kejar dunia tapi akhirat ga lupa dibawa. Selagi masih di kampus cari temen dan lingkungan yang mengajak pada kebaikan agar tidak tergerus oleh fitnah dunia yang menipu.

Mumpung masih ada waktu, karena hal yang paling dekat dengan kita adalah kematian yang bisa menjemput kapan aja, coba ikut mentoring, cari dan tambah amalan2 kebaikan buat jadi bekal di alam kubur. Jangan sampai dinamika kehidupan kampus membuat menjauhkan pada Sang Pencipta dan yang Maha Pemberi Rezeki. Karena kita pemuda yang akan menjadi generasi penerus, saat di kampus adalah masa untuk membekali diri dengan pondasi agama yang kuat, wawasan yang luas,  memiliki integritas hebat dan jaringan yang tersebar luas untuk mengabdikan diri pada Agama, Nusa, dan Bangsa.
liqo kucingan





*judul diatas bukan judul skripsi*
#MentoringKeren
Adha Triyanto
Mahasiswa Tingkat Akhir Yang Sedang Berjuang Menuntaskan Tugasnya

Komentar