KKN (Kisah Kasih Nyata Part 1)
Kuliah Kerja Nyata (KKN) suatu kegiatan pengabdian masyarakat
di daerah semarang dan kabupaten sekitarnya, yang wajib dilaksanakan oleh
mahasiswa S1 Undip. Biasanya KKN ini dilaksanakan saat semester 7 atau 5. Kisah
ini berawal saat saya semester 6 yang lalu dimana saat menentukan akan KKN
tematik atau KKN reguler. Awalnya saya ingin ikut KKN tematik agar saat
kebanyakan orang KKN reguler, saya sudah KKN dan bisa magang lagi. Namun
akhirnya niat itu goyah saat, mendengar cerita dari senior angkatan 2011 yang
bilang “KKN itu cuma seumur hidup sekali semasa kuliah, kalo KKN tematik pulang
pergi diselingi kuliah sama kegiatan kampus. Tapi kalo KKN reguler itu kita tinggal di desa
dan lebih berasa pengabdiannya” walau pendapat ini akhirnya sedikit subjektif
setelah saya mengalaminya. Tapi akhirnya saya memutuskan FIX ikut KKN reguler,
dan semoga ditempatkan di pedesaan serta jauh dari Semarang.
Awalnya waktu itu saya diminta mengirimkan nama lengkap dan
NIM oleh salah satu dosen. Entahlah untuk apa nama lengkap dan NIM itu. ternyata tanpa ada musyawarah langsung di
tunjuk menjadi kordinator Expo KKN (apa-apaan ini, dalam hati). Ternyata nama dan NIM itu digunakan untuk
memposisikan saya dilokasi KKN yang dekat, tidak terlalu jauh, dan mudah untuk
mobilisasi saat persiapan Expo KKN nanti. Seperti sedikit nepotisme sih memang,
memilih seseorang dari yang sudah kenal, sefakultas, tanpa ada musyawarah dan
pemilihan dari mahasiswa yang lain.
Dan akhirnya saya ditempatkan di lokasi yang diluar
ekspetasi dan rencana awal. Saya ditempatkan dilokasi yang kekota-kotaan, sudah
maju dan yang lebih parah dekat dengan kosan (Ngesrep, Sumurboto Banyumanik)
kira-kira jarak dari kosan ke posko KKN 10 menit, ini lebih dekat dari tempat
PBL dulu hahaha. (Kacau ini wkwkw). Apa itu Expo KKN? Seperti apa acaranya?
Bagaimana acaranya? Ga tau lah, entah belum terbayang. Yang terbayang hanyalah
saya sedikit menyesal ditempatkan di kabupaten semarang dengan tempat KKN yang
sangat dekat dengan kampus, ga ada pedesaan atau sawah2 yang di bayangin dulu .
Bahkan dekat dengan kosan. Ya sudahlah~
Tempat KKN Tim 1 tahun 2017 Kabupaten Semarang berada di 5
kecamatan. Kecamatan Ungaran Barat, Kecamatan Ungaran Timur, Kecamatan
Pringapus, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Tengaran. Masing-masing kecamatan
rata-rata berjumlah 100 orang. Dari 500an mahasiswa ko saya yang diamanahkan
jadi ketua Expo KKN Kabupaten Saat itu masih kecewa dengan ditempatkan nya lokasi
KKN yang tidak sesuai ekspetasi. Ditambah lagi dengan amanah berat saat KKN,
niat KKN mau mengabdi ternyata amanah datang lagi.
Tapi, saya mulai teringat
jangan sampai KKN nanti malah membuat kufur dan jauh dari Allah. “Amanah tidak
pernah salah memilih pundak, Bismillah”. Luruskan niat, mengabdi dimanapun
tempatnya dan tuntaskan amanah yang ada.
Tempat KKN saya adalah Kelurahan Bandarjo Kecamatan Ungaran
Barat Kabupaten Semarang, yang berlokasi di belakang sekolah As Salamah (yang
cat temboknya warna hijau dikanan jalan kalo dari banyumanik) atau lampu merah
pertama (perempatan pertama). Nah dari lampu merah belok kanan 100 meter dari
lampu merah ada kelurahan Bandarjo. Nah disitulah Posko KKN nya. ga ada
pedesaannya, ga ada pesawahannya. Yang ada perumahan mewah, lampu merah, jalan
pantura, dan ke tembalang 10 menit haha. Kalo ga percaya coba aja dah. Dan saya
masih berfikir kenapa tempat seperti itu masih di jadikan tempat KKN. Padahal
sudah maju, seperti kota. Kalo desa yang di dataran tinggi Ungaran Barat okelah
itu masih layak dijadikan tempat KKN. Seperti Desa Keji, Kalisidi, Branjang,
Lerep, Nyatnyono. Tapi kalo Bandarjo, Langensari, Genuk itu di pinggir jalan
pantura selalu ramai dan sepertinya sudah maju, masih dijadikan tempat KKN.
Entahlah~
"Hanya berharap dan meminta pada yang Maha Kuasa adalah
tugasnya. Syukuri nikmat yang ada, Apapun hasilnya pasti itu yang terbaik"
Bersambung...............
Semarang, 31 Desember 2017
Komentar
Posting Komentar