Ga Nyangka 1
Percaya ataupun tidak tapi inilah kenyataan nya bahwa Allah itu lebih tau dan sayang terhadap diri kita dibandingkan diri kita sendiri. Kita bisa
merasakan kapan saat lapar artinya harus makan, saat haus minum, saat mengantuk
beristirahat tidur. Namun Allah lebih tau dibandingkan diri kita sendiri. Allah
lah yang mengetahui kapasitas maksimal lambung kita dapat menampung makanan dan
air minum dikala lapar dan haus agar semua makanan yang sudah masuk kedalam
tubuh tidak keluar lagi (muntah) karena tidak sanggup untuk menampung makanan
yang sudah masuk. Sehingga jika sampai muntah karena terlalu banyak makan maka
semua makanan yang telah di konsumsi menjadi haram. Maka dari itu dibuatlah
alarm, pengingat, dan batas maksimal konsumsi sebelum melampaui batas nya.
Dialah Allah Maha Pencipta alam jagat raya ini dan saat
sudah berkehendak menciptakan sesuatu ataupun menentukan takdir jika sudah
berkehendak maka apapun bisa terjadi. membuat dan melakukan hal yang mustahil adalah mudah
baginya apalagi melakukan yang mudah serta masuk dalam akal sehat manusia,
pastilah akan sangat mudah. Namun hal ini dapat diterima hanya dengan kata
kunci yaitu “IMAN”
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu
hanyalah Berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia. (QS.
Yaasiin : 82)
Awal cerita berawal dari…
saat itu masih SMA awal2 kelas XII dulu, aku di tanya oleh
mbaku bahwa jika setelah lulus SMA akan berkuliah mengambil jurusan apa?
Dimana?. Seketika itu aku tidak tau dan belum bisa menemukan jawaban bahwa saya
harus berkuliah dimana bahkan jurusan nya pun tidak tau. Saat itu aku
membayangkan dapat bekerja di perusahaan makanan, minuman, atau yang
memproduksi suatu barang lalu aku mengetahui proses pembuatan nya. aku suka dan
senang jika dapat mengetahui alur dan proses pembuatan suatu produk dari
perusahaan. Kemudian mbaku memberi saran dan arahan jika setelah lulus SMA
nanti berkuliah mengambil jurusan yang mempelajari tentang K3. Saat itu mbaku
selesai mengikuti pelatihan Hiperkes dan mungkin sharing serta bertemu dengan
rekan yang bekerja dibidang K3. “K3 itu kepanjangan dari Keselamatan dan
Kesehatan Kerja yang kerjanya nanti adalah dilapangan, mengetahui proses
produksi, membuat pekerja dan proses produksi selamat, gaji nya gede dan sangat dibutuhkan sama perusahaan” mbaku
menjelaskan secara umum K3 dan prospek kedepan nya seperti itu. saat itu aku
tertarik dengan dengan K3 yang mempelajari proses produksi, keselamatan
perusahaan dan yang pastinya gaji nya besar.
Langkah pertama adalah mencari dimana kampus yang terdapat
jurusan K3. Ternyata FKM merupakan satu2 nya fakultas yang mempelajari K3.
(walaupun teknik mempelajari, tapi waktu itu tidak ada bayangan sama sekali
ingin masuk teknik). Muncul lah beberapa nama kampus : FKM UI, FKM Undip, FKM
Unsoed. Mulai lah mempertimbangkan untuk pendaftaran SNMPTN yang menggunakan
seleksi nilai Rapor semester I sampai semester V. dengan pilihan kampus FKM
diatas yang terdapat di pulau jawa yang aku ketahui saat itu, aku memilih FKM
Undip sebagai pilihan pertama SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).
Aku memilih kampus yang di daerah dengan alasan agar biaya kuliah nya murah.
Padahal antara Bogor tempat asalku dengan UI Depok tidak begitu jauh hanya
membutuhkan waktu satu jam perjalanan. tanpa pikir panjang langsung UI tidak Aku jadikan pilihan untuk
berkuliah. Padahal alasan utama nya adalah bukan karena biaya yang mahal jika
di kota2 besar. Aku sadar diri bahwa jika masuk UI ga akan bisa masuk karena Passing
Grade dan seleksi nya ketat kemungkinan kecil untuk masuk dengan kondisi otak
yang tidak terlalu cerdas. Selain itu karena biaya hidup didaerah lebih murah. Itulah alasan lain nya Aku
mendaftarkan diri di Semarang walau jauh dari tempat tinggal namun biaya kuliah
tidak terlalu mahal dengan kampus yang dekat dengan ibu kota.
SMA ku belum begitu maju seperti di Kota besar yang lengkap
fasilitas nya, alumni nya sudah masuk berbagai PTN di seluruh Indonesia. SMA
Negeri 1 CIteureup adalah almamaterku saat itu yang berlokasi di Kabupaten
Bogor orang mengenalnya dengan sebuatn Tengsaw “Tengah Sawah” *bisa dibayangkan
sekolah di tengah sawah seperti apa*. Kala itu aku masih mengalami saat sore
hujan, air sampai membanjiri beberapa ruang kelas sehingga terpaksa kelas di
pulangkan, jumlah kelas yang terbatas sehingga jam masuk dan pulang di shift
pagi dan siang.
singkat cerita..
Pilihan pertama FKM Undip, Teknik Lingkungan Undip, dan
pilihan ke 3 Teknologi Pangan Unpad. 3 jurusan aku pilih untuk mengikuti
SNMPTN. Singkat cerita saat hari pengumuman ternyata saya ditakdirkan belum
lulus SNMPTN. Jujur hati masih santai
dan tidak kecewa karena masih ada beberapa teman dekat yang belum lulus juga.
Berarti masih ada teman yang belum bisa berkuliah. Jalan kedua masuk PTN, Aku
mengikuti SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dengan memilih
jurusan yang sama seperti SNMPTN hanya saja dipilihan ke 3 aku ganti dengan
Ekonomi Islam IPB. Walau banting setir dari IPA ke IPS dengan besar harapan
Lolos dan bisa berkuliah dimanapun jurusan nya, karena masih sedikit trauma
saat pengumuman SNMPTN. Saat itu aku tidak mengikuti bimbel ataupun les private
diluar sekolah untuk menghadapi SBMPTN karena
satu dan lain hal.
Sampai akhirnya aku bertemu dengan teman dekatku dari
jurusan IPS yang mengikuti bimbel. Dan hal yang membuatku tersentak serta
tersadar adalah ketika dia menjelaskan kepadaku rumusnya harus mengerjakan soal
SBM berapa, harus benar berapa jika ingin masuk di jurusan nya. bahkan dia
sampai mempunyai list passing grade nilai jika ingin lolos SBM di berbagai
jurusan. Saat itu membuatku tersadar bahwa usahaku selama ini nol besar. Saat
hari pengumuman SBMPTN ternyata Allah belum memberikan kelulusan aku untuk
berkuliah. Hal yang membuatku tidak tau harus berbuat apa2 lagi adalah saat
mengetahui banyak teman SMA dulu masuk PTN dari lulusnya SBM. Dan temanku yang
tadi, dia lulus di FH Unsoed. Ditambah pula temanku dari jurusan IPA lulus
Teknik Sipil Unsoed. Dalam hatiku semakin terjatuh dan pasrah sampai tidak usah
berkuliah *di SMA ku belum banyak alumni2 yang berkuliah ke luar Jawa Barat
sehingga saat ada yang dapat berkuliah di luar Jawa Barat ditambah itu adalah
PTN Unggulan menjadi kebanggaan tersendiri*
Pasrah. Sempat terpikir sudahlah bekerja saja tidak usah
berkuliah, “ga lulus2 ujian tahun ini, tahun ini bekerja sambil les, lalu tahun depan ikut tes seleksi PTN
lagi dengan mengambil jurusan yang sama” . Sampai suatu ketika mas ku memberi
nasihat yang cukup menenangkan hati yaitu masih ada kesempatan sekali lagi di
Ujian Mandiri jika memang ingin masuk Undip. Dia berpesan saat ujian nanti
pasrahkan semua nya pada yang kuasa. Jika lulus berarti itu adalah rezeki,
namun jika belum lulus itu artinya disuruh bersabar dan ikhtiar lebih giat
lagi. Bismillah, aku ikhtiar lagi
untuk seleksi masuk PTN. Sampai akhirnya sama untuk persiapan ujian aku tidak
mengikuti bimbel atau les private yang spesifik. Aku hanya mengikuti bimbel via
online yang cukup terkenal *sebut saja Ze**us
Sampailah pada hari pelaksanaan UM Undip Tahun 2013.
Beberapa Kota2 besar dijadikan tempat sebagai pelaksanaan UM Undip salah
satunya adalah Jakarta. Dan malam nya sebelum ujian aku gunakan untuk istirahat
karena kondisi kesehatanku kurang fit sehingga tidak memungkinkan untuk
belajar. Sampailah dilokasi dilaksanakan nya UM saat itu aku di SMAN 80 Jakarta
bertempat di Kemayoran. Tempat yang aku cari untuk belajar dipagi hari adalah
masjid karena ujian akan dimulai jam 8 pagi dan aku sampai tempat jam 6.
Lumayan dari pada ga belajar sama sekali hehe. Beberapa menit sebelum ujian aku
segera menuju kelas dan mampir ke mading pengumuman sejenak. Dan info yang
terpasang adalah jumlah peserta UM saat itu di Jakarta saja mencapai 8000an
peserta. Saat itu aku langsung membayangkan berapa banyak lagi di daerah lain
seluruh Indonesia yang sama2 seleksi masuk Undip. Dan bagaimana cara nya Aku
akan lulus dari Ujian ini jika pesertanya begitu banyak. Ibaratnya jika dalam
perang aku berangkat ke medan pertempuran membawa peralatan perang seadanya,
tanpa persiapan yang begitu lengkap. Yasudahlah pasrah sama yg Maha Kuasa...
Benar saja, saat di dalam kelas setelah pengawas membagikan
soal pada semua peserta seleksi, aku semakin pasrah dengan pertama kali melihat
soal Matematika Dasar sebanyak 20 soal. Saat itu jumlah soal adalah 100
(Matematika Dasar, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris). Aku memutuskan
menjawab soal yang lain terlebih dahulu yang lebih mudah, dan unik nya
terkadang aku tidak menemukan jawaban di soal padahal rumus dan tahapan nya
sudah dengan benar aku lalui. *ini yang salah soalnya atau aku yang salah
ngerjain, ahaha*. Dengan metode penilaian UM yang sama dengan SBMPTN, benar +4,
salah -1, dan tidak dikerjakan 0.
Ketika sudah tidak menemukan jalan keluar dan ketika tidak
ada penolong selain Allah, maka Dia lah
satu2nya penolong. Setiap jawaban yang tertera dilembar jawaban aku lingkari
sambil membaca surat “Al Ikhlas”. Sambil aku berdo’a aku pasrahkan semua ini
pada mu, luluskanlah Ya Allah jika ini memang jalan terbaik bagiku. "Percaya
atau tidak itulah yang aku lakukan!"
Ketika hari pengumuman tiba dan Aku memasukan No peserta dan
Password lalu sampai2 aku tidak percaya akan pengumuman ini dan hasil dari
ujian nya. “Selamat Anda Adha Triyanto dengan No Peserta sekian dinyatakan
Lulus dan menjadi Calon Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Diponegoro”. Sampai2 aku tidak percaya akan hasil yang aku peroleh dari hasil
usaha kemarin.
![]() |
| With My Sister, First Night At Semarang |
Aku berfikir, bisa sampai lulus ini, bisa berkuliah di
Universitas Diponegoro Semarang bukan karena kemampuan dan usaha pribadiku,
tapi hasil ini diperoleh dari Mukjizat, kasih sayang dan kehendak yang Maha
Kuasa.
Masih teringat dulu sebuah kemustahilan lulus dalam UM
dengan Ribuan peserta seluruh indonesia, ditambah pula amunisi dan persiapan
yang seadanya. Tapi jika Yang Maha Kuasa sudah berkehendak maka hal yang tidak
mungkin terjadi pasti akan terjadi… “maka,
nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan??”
![]() |
| Panitia Pasca LKMM Pra Dasar FKM Undip 2013 |
Bersambung….
Semarang, 20 Desember 2016


Hebatttt bangga uing ka maneh da
BalasHapusKakakuuuu ulu ulu ulu
BalasHapusKeajaiban Al-ikhlas ya kak :)
BalasHapusBismillah, tahun ini saya camaba FKM Undip
BalasHapusAamiin