Nongkrong Asik

“Dia-lah (Allah) yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan hikmah (As Sunnah)……” QS. Al Jumu’ah : 2

Ayat diatas menjelaskan bahwa ajaran Islam ini dibawa oleh manusia biasa yang Allah amanahkan untuk menjadi penutup dari semua utusan nya. ya dialah Nabi Muhammad Sholallahu’alaihi Wasalam. Manusia yang (umi) tidak bisa dan tidak bisa menulis. Namun dengan izin Nya, melalui perantara malaikat Jibril diturunkan lah Al Qur’an sebagai petunjuk dan manual book manusia hidup di dunia. Ditambah dengan Sunnah serta setiap pelajaran kehidupan yang Rasulullah contohkan dalam hal berumah tangga, hingga mengurusi negara yang harus dilaksanakan oleh setiap umat nya.
Saat di dunia perkuliahan ini, yang sekitar 75% mahasiswa nya adalah anak rantauan sangat penting Liqo, Holaqoh, atau Mentoring. Karena saat kita dirumah mungkin ada yang mengingatkan untuk mengaji, sholat tepat waktu, bahkan dating ke majelis ilmu. Tapi sekarang dengan kondisi yang jauh dari orang tua tidak ada yang mengawasi dan mengamati kita selama 24 jam sehari 7 hari seminggu kalo bukan diri kita sendiri yang menjaga dan membentengi agar tetap pada koridor kebaikan, siapa lagi???

Di semester pertama adalah ladang amal kebaikan untuk para Pementor (murabbi) untuk lebih dekat dengan adik tingkat, mempunyai kesempatan untuk mensyiarkan islam, dan yang tidak kalah penting adalah menjadi DA’I yang menyampaikan dan menebarkan benih kebaikan. Maka beruntunglah teman-teman yang ikut terlibat Proyek Kebaikan ini.
Selama kurang lebih 1 semester, berjalan kelompok mentoring adik-adik mahasiswa baru. Walau ada yang terpaksa karena nilai agama, rasa ga enak kalo ga dateng mentoring sama kaka tingkat, mungkin sampai ada yang terpaksa dari pada gabut di kosan, mending ikut mentoring. Bagi saya itu semua bukan masalah. Masalahnya adalah jika para adik2 mahasiswa baru/adik-adik binaan (mentee) di semester 2 sudah berhenti tidak mau melanjutkan mentoring nya tanpa alasan yang logis.
Saya terkadang bingung, sedih, tapi kesel,juga. Alasan tidak mau lanjut mentoring variasi jawaban nya. ada yang takut sibuk organisasi, takut ga bisa bagi waktu, mau fokus SBM lagi, dan masih banyak lagi lah alasan nya. pertanyaan saya Cuma 1. Udah mencoba atau belum kalo ga bisa bagi waktu nya? padahal ini untuk kebaikan. Bisa jadi kalo kita ga mengutamakan kebaikan dalam prioritas hidup kita, problem nya adalah pada diri kita. “kita masih belum mementingkan”. Kalo udah mementingkan sesuatu, apapun itu pasti akan di agendakan, di jadwalkan bahkan di prioritaskan. *Instrospeksi Untuk Diri Kita Masing2*

Masih belum mau lanjut mentoring? Masih merasa sibuk? atau masih menganggap mentoring adalah ajaran sesat?? Coba cari tau sama orang2 yang sudah melakukan nya dengan mentoring. Informasi aja untuk pembaca, Mahasiswa Aktivis di kampus Undip ini yang IPK nya Bagus, punya relasi dimana2, dan wawasan nya  luas rata2 adalah orang2 yang ikut mentoring dan dia jadi pementor.

saya teringat pesan dari Mas Satria (Presma BEM KM UGM 2015) “setiap dari kita akan lulus dari kampus ini adalah sebuah keniscayaan dan sebuah kepastian membawa gelar. Namun sebuah pilihan bagi kita, nantinya kita akan menjadi lulusan yang berkarakter, berintegritas, dan mempunyai akhlak yang baik”. Silahkan itu adalah pilihan, tinggal dipilih mau jadi lulusan yang biasa aja atau lulusan yang spesial. Karena masih sangat banyak ilmu yang tersebar selama kita berkuliah ini.

Terlebih kita (khusus pembaca laki2) adalah calon pemimpin, minimal pemimpin rumah tangga untuk istrinya nanti. Kalo kita ga punya bekal yang cukup terutama AGAMA buat mendidik dan menjadikan Rumah Tangga Surga Dunia, bersiaplah buat mempertanggungjawabkan sidang oleh Hakim Yang Paling Adil. masa mau sholat berjamaah sama istri surat nya al kafirun sama al ikhlas terus. Bukan nya ga boleh sih tapi…. Haha *canda

Pejuang Liqo FKM 2013 (yang yang masih bertahan)
 
Jangan sampai ilmu agama kita ga bertambah sedangkan ilmu pengetahuan kita bertambah terus. Padahal ilmu yang abadi dan dibawa sampai mati adalah ilmu AGAMA yaitu ISLAM.

Semarang, 11 Maret 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKN (Kisah Kasih Nyata Part 2)

KKN (Kisah Kasih Nyata Part 1)

Seper5 Abad