Semoga Ini Tidak Menjadi Romadhon Terakhir



Bismillahirahmannirahim…
Perkenankan saya untuk mengingatkan diri sendiri di menjelang akhir romadhon ini.
Saat bulan Rajab yang lalu kita sering berdoa dengan mengucapkan :
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَانَ
Alloohumma baarik lanaa fii rojaba wa sya’baana waballignaa romadhoona 
Yang artinya “Ya Allah berkahi kami di bulan rajab dan sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan romadhon”

Alhamdulillah saat ini bulan romadhon sedang kita jalani. Namun tak terasa bulan ini akan segera berakhir. Bulan romadhon akan segera usai, bulan yang 10 hari pertama adalah Rahmat Allah, 10 hari kedua adalah ampunan Allah dan 10 hari ketiga adalah dijauhkan dari api neraka. Hanya menghitung hari bulan romadhon ini akan usai dan segera masuk bulan syawal.
Pertanyaan nya adalah, seberapa jauh amalan kebaikan, dan target ibadah salama romadhon ini??? Hingga tak terasa sebulan penuh berkah ini sudah hampir berakhir. Yang tidak ada jaminan akan bertemu dengan romadhon tahun depan.

Imam Al Ghazali memiliki pesan yang paling jauh dengan kita adalah masa lalu. Saat sudah melawatinya tidak ada seorangpun yang dapat kembali ke masa itu. kejadian itu hanya akan menjadi kenangan dan cukup untuk diingat lalu di jadikan pelajaran. Lalu Imam Al Ghazali menyampaikan, yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Maut selalu mengintai kita, setiap saat bahkan setiap detik. Yang tidak jaminan 5 menit atau bahkan 1 detik kedepan kita masih akan hidup atau tidak… kita tidak tau kapan kita akan mati, dimana tempatnya, dan seperti apa kita mati…
Hari ini adalah hari ke 26 romadhon dan malam 27, hanya tersisa 3-4 hari lagi bulan penuh ampunan ini berakhir dan meninggalkan kita. Aku tidak tau apakah bisa sampai akhir romadhon nanti atau tidak. Bahkan aku tidak tau tahun depan masih bisa menikmati beribadah dibulan penuh berkah ini, disaat kematian selalu mengintai alangkan bermanfaatnya jika kita senantiasa memperbaiki diri menuju kebaikan dan terus mendekatkan diri pada Allah agar hasil tempaan dan perbaikan amalan yaumiah sehari-hari selama romadhon bisa terus dilaksanakan dengan istiqomah pada 11 bulan kedepan dan mendapatkan predikat “La’alakum tattaqun” menjadi orang yang bertakwa.

Atas nama pribadi aku memohon maaf atas salah, dan hilaf yang sengaja pada atau pun tidak sengaja, sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan. Mohon maaf lahir batin yang seluas2 nya. pada teman, sahabat, bapak ibu dosen dan semua orang yang saya kenal ataupun yang anda kenal saya. Sekali lagi mohon maaf. Semoga setelah sebulan penuh kita belajar memperbaiki diri dalam bulan romadhon dapat senantiasa istiqomah melaksanakan kebaikan yang telah dilakukan, dan mari kita selalu berdoa agar dipertemukan kembali dengan bulan romadhon tahun dengan dengan keadaan sehat wal afiat.
Taqoballahu mina waminkum. Kesalahan datang dari saya pribadi dan kebenaran hanya milik Allah, mohon maaf lahir batin. karena meminta maaf tidak harus menunggu hari raya atau lebaran saja. :)
Assalamu’alaikum warahmatullah wabharokatuh

lokasi : Pasar Bubrah Gunung Merapi

Semarang, 26 Romadhon 1438 Hijriah/ 21 Juni 2017
Adha Triyanto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKN (Kisah Kasih Nyata Part 2)

KKN (Kisah Kasih Nyata Part 1)

Seper5 Abad