Entah Senang atau Sedih (?)
Gema takbir dan suara tabuhan
bedug sudah terdengar di malam yang rasanya senang bercampur sedih. Rasanya baru
saja sebulan yang lalu sholat tarawih berjamaah di malam hari dan makan sahur
di pagi hari. Sholat 5 waktu berjamaah di masjid, tilawah al qur’an 1 juz
sehari, sholat sunah, dan masih banyak amalan lain nya. Pahala yang sunah
dijadikan wajib, yang wajib dilipat gandakan jadi 70 kali lipat.
Banyak hal yang yang menjadi
indah ketika ia datang. Suasana ketika berbuka, suasana ketika sahur, dan
ketika berlomba-lombanya setiap orang duduk di shaf terdepan saat sholat
tarawih. Pemandangan itu semua sudah jarang/bahkan tidak bisa dilihat lagi. Karena
ia sudah pergi meninggalkan kita semua.
Ingin rasanya untuk berjumpa
kembali, dan masih rindu untuk menikmati semua kebaikan yang ada padanya. Tapi apa
daya, waktu terus berjalan hingga saat bertemu dengan bulan syawal.
Senang karena sudah 1 bulan di
tempa menjalankan puasa hingga akhirnya menjadi hamba yang bertakwa di hari
yang fitri. Namun, disisi lain batin ini sedih dan menangis karena ia sudah
pergi dan belum sempat melaksanakan ibadah, dan menikmati semua jamuan iman
dibulan yang di turunkan nya Al Qur’an ini. Andai waktu bisa diputar ulang niscaya
akab banyak orang yang akan memanfaatkan dan memaksimalkan semua amalan
kebaikan agar mendapat berlipat-lipat kebaikan.
Menjadi hamba yang bertakwa
adalah muara akhir dari sebulan lalu telah mengarungi sungai yang penuh
kebaikan dan amalan yang dilipat gandakan. Setelah ia pergi selama 11 bulan
kedepan kita dapat istiqomah untuk terus melakukan amalan andalan kita setiap
hari nya.
Selipkan diantara do’a kita untuk
“bertemu kembali dengan Romadhon tahun depan dengan sehat wal’afiat”. Agar bisa
menikmati indahnya bertemua tamu agung dan menikmati mendekatkan diri pada sang
pencipta.
Entah senang atau sedih.. setelah
di berakhirnya bulan yang penuh keberkahan di dalam nya :’)
Salam Rindu Wahai Romadhon,
Pertemukanlah Kembali Kami Denganmu
Salam Cinta Wahai Romadhon, Kami
Ingin Berjumpa Kembali Denganmu Bersama Keluarga-Keluarga Kami
Adha Triyanto
Bogor, 16 Juli 2015 (29 Romadhon 1436 Hijriah)

Komentar
Posting Komentar